Minggu, 11 Oktober 2009

mengapa kita tidak berbahagia?


dari semua pemikiran indah yang pernah saya temui, saya merasa salah satu pemikiran terindah adalah pemikiran dari Sang Buddha.
saya mendapat banyak hal dari sebuah seri buku komik berisi delapan buku karya Osamu Tezuka berjudul Buddha.

buku ini secara detil menceritakan perjalan Sang Buddha dalam perjalanannya melintaskan manusia hingga mencapai pencerahan sejati.

betapa tidak?
ketika semua orang berlomba mengumpulkan harta kekayaan, beliau yang dilahirkan di keluarga kerajaan justru meninggalkan segalanya bahkan tahta sebagai putra mahkota, anak dan istrinya. semua ditinggalkannya karena beliau merasa tidak berbahagia dalam gemerlap istana.

adakah kecantikan yang tidak pernah pudar?

adakah raga yang tidak pernah menua?

adakah raga yang tidak pernah sakit?

adakah raga yang bisa terhindar dari kematian?


itulah sebabnya sang Buddha pergi dari istana. untuk mengakhiri penderitaan manusia.
sebab semua manusia pasti lahir, tua, sakit dan mati. tidak terkecuali pangeran, raja , atau kaum paria sekalipun.


saya mengagumi penjelasan beliau akan sebab mengapa manusia menderita. manusia menderita karena kemelekatannya pada lima indra.
- melekat pada apa yang kita lihat, dengar, kecap, dengar, cium dan kemelekatan pada sentuhan.

betul juga. ibarat seorang manusia, pasti akan menderita ketika tidak bisa lagi mendengar, melihat, mengecap, mencium, dan menyentuh hal- hal yang disukai atau disayanginya.

seorang ibu pasti sedih jika tidak bisa lagi melihat anaknya.
seorang kekasih pasti sedih jika tidak bisa mendengar suara kekasihnya.
semua orang takut akan kematian.

semua kemelekatan itu menimbulkan penderitaan.


lalu? bagaimana menghentikan penderitaan?

Sang Buddha menjelaskan dengan begitu baiknya...dengan keterbatasan pemahaman saya, saya memberanikan diri menuliskan apa yang saya tangkap.

penderitaan yang disebabkan kemelekatan indra dapat dilepaskan dengan memejamkan mata. ketika mata terpejam, semuanya tidak ada lagi. hilangkan keberadaan diri sendiri. karena penderitaan ada di dalam kita, ketika kita bisa menghilangkan keberadaan diri sendiri, maka semua penderitaan juga akan hilang....

bagaimana dengan penderitaan akan ketakutan menghadapi kematian?
Sang Buddha memberikan contoh akan Asaji, seorang biksu yang dengan tenang menghadapi kematiannya secara alami dan tenang. ibarat sebuah pohon, pohon itu tau bahwa dirinya akan mati jika ditebang. jika tidak ditebang pun dia akan mati karena usia tua. pohon itu tidak bisa lari, tidak pula bisa mengeluh. hanya menghadapi kematiannya secara alami..

dengan cara itu ketakutan akan kematian akan hilang. hadapi secara alami, menerimanya, tidak menolak atau berusaha lari.

selain itu Sang Buddha juga menjelaskan mengenai hukum karma. apa yang kita tanam di kelahiran yang lalu, akan kita terima di masa sekarang. yang kita lakukan di masa sekarang akan kita tuai di kelahiran yang akan datang.

Buddha mengatakan bahwa setiap kelahiran adalah bibit dari kelahiran berikutnya.
seperti seorang Ahimsa yang bertobat menjelang ajalnya, kepadanya Sang Buddha mengatakan,
"lahirlah kembali dan jadilah muridku".

dalam buku komik ini saya sungguh banyak belajar.
banyak tokoh yang tadinya tidak saya kenal saya temui dalam buku ini...

- mogalana : biksu yang memiliki kekuatan cenayan yang bisa melihat masa depan bahkan hingga 2000 tahun

- sariputa: bersama mogalana dipilih untuk menjadi penerus sang Buddha

- asaji : biksu kecil yang memiliki kekuatan cenayang setelah mati suri, menghadapi kematian dengan alami

- yashodara : istri Sidharta

- rahula : (sang penghalang) anak dari Sang Buddha

- migaila : perempuan paria, Sidharta sempat jatuh cinta padanya.

- dewadhatta : penghianat

- tatta : kaum paria yang bisa memasuki tubuh hewan, bertukar Roh

- yatala : gergasi yang menjadi murid sang Buddha

- latta : biksuni pertama

- ananda :murid Sang Buddha yang dulu nya bandit, menemani perjalanan Sang Buddha.

- visakha : gadis gila yang ditolong sang Buddha

dan masih banyak tokoh lain serta pelajaran mengenai kehidupan dari Sang Buddha.

saya merasa ajaran sang Buddha adalah ajaran yang universal di mana semua mahluk pasti ingin mengakhiri penderitaannya dan hidup dengan berbahagia. ajaran agar berbahagia sungguh hanya bisa dilakukan dari hati. dengan hati menerima ajaran sang buddha....menganggap bahwa segala sesuatu hanya sementara. pejamkan mata dan semua yang kita miliki adalah tidak kekal. dan bahwa semua yang kita miliki di akhir hayat akan kita tinggalkan di dunia ini. jalani secara alami, hidup demi membantu yang lain hingga kematian menjemput.

semoga pemahaman saya yang terbatas ini bisa bermanfaat.
jika ada kata atau pemahaman yang salah, itu adalah karena keterbatasan saya...mohon teman- teman sekalian bisa menambahkan dan melengkapinya.
V^__^W